jump to navigation

Keputusan Pembelian November 16, 2009

Posted by bonteng in Uncategorized.
Tags: , , , , , ,
trackback

Keputusan Pembelian

Pengertian Keputusan Pembelian Konsumen

Keputusan pembelian menurut Schiffman dan Kanuk (2000 :437) adalah “the selection of an option from two or alternative choice”. Jadi, keputusan pembelian adalah suatu keputusan seseorang dimana dia memilih salah satu dari beberapa alternatif pilihan yang ada.

Menurut Paul Peter dan Jerry Olson (1999:162), “Keputusan pembelian adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya”.

Menurut Kotler (2005:202) yang dialih bahasa oleh Benyamin Molan, “Karakteristik pembeli dan proses pengambilan keputusannya akan menimbulkan keputusan pembelian”.

Sedangkan menurut Belch (2004:105) keputusan pembelian adalah :“The result of a long, detailed process that include an extensive information search, brand comparisons and evaluations, and other activities”.

Menurut Philip Kotler (2005:203), yang dialihbahasakan oleh Drs. Benyamin Molan, ada empat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu:
1.    Faktor budaya
a.    Kultur
Kultur adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku         seseorang. Makhluk yang lebih rendah umumnya dituntun oleh naluri.             Sedangkan manusia, perilaku biasanya dipelajari dari lingkungan sekitarnya.
b.    Sub-kultur
Tiap kultur mempunyai sub-kultur yang lebih kecil, atau kelompok orang         dengan sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang     sama.
c.    Kelas sosial
Kelas sosial adalah susunan yang relatif permanen dalam suatu masyarakat         yang anggotanya mempunyai nilai, minat, dan perilaku yang sama.

2.    Faktor sosial
a.    Kelompok
Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang         berpengaruh langsung di dalam mana seseorang menjadi anggotanya disebut         kelompok keanggotaan.
b.    Keluarga
Anggota keluarga pembeli dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap         perilaku pembeli. Keluarga orientasi adalah keluarga yang terdiri dari         orangtua yang memberikan arah dalam hal tuntunan agama, politik, ekonomi,         dan harga diri.
c.    Peran dan status
Posisi seseorang dalam tiap kelompok dapat ditentukan dari segi peran dan         status. Tiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan umum oleh         masyarakat.
3.    Faktor pribadi
a.    Usia dan tahap daur hidup
b.    Pekerjaan
c.    Keadaan ekonomi
d.    Gaya hidup
Orang yang berasal dari sub-kultur, kelas sosial dan pekerjaan yang     sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup seseorang     menunjukkan pola kehidupan orang yangbersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat,     dan pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara     cermat, dapat membantu untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus     berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen.
e.    Kepribadian dan konsep diri
4.    Faktor psikologis
a.    Motivasi
b.    Persepsi
c.    Pembelajaran
d.    Kepercayaan dan sikap ” (sumber :taufan darussalam : 2007)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: